Selasa, 14 Juli 2015

ENTAHLAH

Terdiam di depan layar komputer
Menggerakkan jari-jari di tuts keyboard
Lewat ujung jari-jari itu terciptalah kata 
Kata yang kemudian menjadi sederetan kalimat
Bentuk nyata dari semua abstrak yang ada di dalam kepala
Sebuah postingan lahir
Lalu, postingan yang lahir itu nantinya akan tersingkir perlahan
Saat sesuatu yang menarik datang dan melahirkan sebuah postingan baru
Abadi namun bukan berarti tak bisa digantikan

Terdengar sebuah lagu yang asing di telinga
Lagu baru kah itu?
Begitu easy listening, begitu nyaman untuk didengarkan
Ketika memilikinya, tak pernah bosan untuk memutarnya lagi dan lagi
Sampai-sampai bisa menyanyikan setiap liriknya tanpa perlu teks bantuan
Lalu, lagu yang tadi itu nantinya akan perlahan tersingkir
Saat lagu yang lain menyapa telinga
Bisa jadi easy listening-nya sama, nyamannya juga sama
Tapi, entahlah, dia bisa terasa lebih
Dan, entahlah...
Lagu barukah atau hanya telinga saja yang tak pernah mengenalnya

Yang baru akan terganti dengan yang lebih baru
Yang lebih baru akan berubah menjadi baru
Yang baru akan berubah menjadi lama
Siklus yang terus bergerak
Siklus yang tak pernah putus
Entahlah...
Itu bergerak perlahan atau sebaliknya
Dan, entahlah...
Bisakah menyadari hal itu atau sebaliknya

Yang baru dan telah berubah menjadi lama, tolong tetaplah kamu diam di situ!
Jangan pernah pergi! Jangan pernah!
Aku tak pernah mengatakan jika siklus itu hanya bergerak satu arah bukan?

2 komentar:

  1. entahlah.. puitis sekali mas. salam kenal kawancut. kunjungan perdana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlihat puitis ya? Haha
      Salam kenal juga. Nanti sering-sering mampir ya! :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...