Selasa, 23 April 2013

Merah (Hitam) Putih di Temporasi 2

Sebelum gue lupa dan momen ini akhirnya berlalu begitu saja, gue coba memunguti satu persatu serpihan momen ini kemudian gue satuin kemudian gue pun mulai ngetik. Tik..tik..tik bunyi jari gue di tuts kibor.
 
Ini tentang gue, Andika-adik gue, Apeng dan Anggi-dua sohib gue yang coba ikuti lomba yang dibikin majalah TEMPO. Nama lombanya, TEMPORASI 2. Kenapa ada '2'? Karena ini adalah semacam season lanjutan dari kegiatan dengan nama yang sama. Untuk kamu yang penasaran, kamu bisa cek di sini.

Rabu, 10 April 2013

Terima Kasih Hujan



Aku seakan berjalan mundur. Melangkahkan kakiku perlahan melalui setiap lorong waktu yang tergambar di pikiranku menuju ke satu titik, momen ketika kamu bersamaku. Apa yang terjadi? Kenapa aku berjalan mundur lagi sedang aku sekarang terus berusaha merangkak maju? Ya sepertinya aku mengerti. Hujan. Iya, semua karena hujan. Hujan yang sekarang sedang menyapaku lembut di pagi yang selalu ingin ku hindari karena harus memaksaku sadar kalau kini tak ada lagi dirimu untukku. Dirimu dengan senyum indah itu, dengan tawa riang itu, dengan cerita atau kadang keluhan-keluhan tentang teman-temanmu atau harimu yang kamu lewati tanpaku, dan dirimu yang hanya sekedar ingin menghabiskan sarapanmu dan kemudian memintaku mengambilkan segelas air untukmu. Hmm..pagi yang sungguh indah dan kini seakan sedang terlukis kembali di depan mataku, momen itu, perlahan. Dan terima kasih untukmu malam yang telah menjadi mesin waktuku untuk sejenak kembali ke waktu itu, ketika pelukan di bawah hujan itu masih hanya untukku.



Selasa, 09 April 2013

Selamat Ulang Tahun Mama

Ulang Tahun Mamaku itu sebenarnya tanggal 7 April di hari Minggu kemarin. Kami anak-anaknya (gue, Rati, dan Andika) ingin banget bisa merayakannya. Misalnya, dengan pergi rekreasi ke pantai, atau hanya sekedar ngumpul di P2 (baca: Pe Dua) atau Pantai Penghibur sambil karaokean. Tapi, kami sadar, kami belum mampu untuk mengajak Mama. Jadinya, hari Minggu kemarin hanya berlalu seperti hari biasanya. Like there is nothing special, dari si bulat kuning muncul sampai dia gantian shift dengan si bulat putih. Gue, sebagai anaknya merasa malu karena belum bisa kasi apa-apa ke mama gue. Memang beliau nggak pernah ungkapin sesuatu yang beliau mau lewat kata yang keluar dari mulutnya, tapi gue yakin banget, if 'something' is hiding in her heart. Dan dengan segenap kemampuan gue sebagai anak, gue coba bikin puisi buat mama gue sebagai hadiah buat beliau ( maaf baru bisa kasi ini :( ) :

 

Jumat, 05 April 2013

Pe u pu, tambah el pul, es a sa, dibaca PULSA

Gue yakin banget kalo di dunia yang nyata dan gak abadi ini (wuih..kalimatnya..) udah banyak banget yang make hengpong atau HaPe atau telepon genggam, atau apapun kamu nyebut benda itu. Benda yang bisa bikin kamu terhubung dengan orang lain, entah itu ortu kamu, adik kamu, kakak kamu, kenalan kamu, gebetan kamu, seli..... (oke gue stop, sebelum jadi curhat) dengan melalui suatu proses, yaitu menelpon atau ditelpon. Dan keyakinan gue ini makin kuat karena berdasarkan fakta yang dilaporkan oleh PBB kalo ternyata yang make Hp itu lebih banyak dari yang punya toilet! Wuih!! 
(Kamu bisa gugling dengan kalimat kunci "Jumlah Pengguna Ponsel Dunia Lebih Banyak dari Pemilik Toilet" kalo mau liat info lebih lengkapnya). 

Oke tahan dulu guglingnya. Lanjutin baca postingan gue dulu ya.

Senin, 01 April 2013

Di Telpon Gen Fm (Part II)


Sebelum akhirnya salah satu cerita gue ini expired dan dikerubungin laler, gue coba berperang sama rasa malas gue buat nyelesaiinnya. Jadi, postingan kali ini adalah lanjutan dari postingan gue dulu, Di Telpon Gen Fm (Part I).  Disini gue mo ceritain gimana ceritanya waktu gue ditelpon Radio Gen Fm dari Jakarta.

Jadi lo beneran ditelpon Gen Fm?

Kalo dalam keseharian gue di Poso, kalimatnya jadinya kaya gini
 

*Jadi butul nga ditelpon itu Gen Fm?
Iya. *Dengan nada yang mencoba biasa saja*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...