Jumat, 17 Januari 2014

Kamu

Kamu di sini
Di hati yang memukul keras dadaku
Di dada yang menyesaki rongga hidungku
Dan di hidung yang sebagian napasnya diambil olehnya
Terjadi atas izinmu, tanpa kuasaku
Terjadi atas maumu, tanpa harapku
Puaskah? Semoga

Kamu di sini
Di sepi yang mencuri ingatan
Di ingatan yang menyimpan manis kenangan
Dan di kenangan yang harusnya jadi sebuah lagu
Indah ketika dinyanyikan, bukan menyesaki
Indah ketika mengalun, bukan mengiris
Haruskah seperti ini? Mungkin

Kamu di sana
Di jalan yang bibirmu selalu bersemangat menceritakannya
Di cerita yang tak pernah letih kamu impikan
Dan di impian yang kini nyata
Terdengar olehku, semoga itu bukan angin
Terlihat olehku, semoga itu bukan ilusi
Aku? Bahagia?
Kata hatimu adalah jawabanku

Kamu di sana
Ada rindu yang terselip manis di sini
Ada petikan gitar yang mengiringinya
Ada gelap yang menyelimutinya
Dan ada bibir yang berbisik lembut
Tolong, cukuplah kamu di sana bukan di sini
Di hati, di dada, di napas, di sepi, di ingatan, dan di alunan laguku
Walau kamu selalu berhasil hadir
Tanpa izinmu, terjadi atas kuasaku
Tanpa maumu, terjadi atas rindu yang menyelinap di malamku

4 komentar:

  1. Atas nama Rindu,tak ada kuasa yg mampu menahannya..

    BalasHapus
  2. Aku paling suka bait ketiganya :3 jadi rindu juga, hmm *mendadak galau*

    p.s: nafas itu nggak baku kak, yang bakunya "napas" ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. :)

      Upss! Akan segera diganti kalo gitu.hehe

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...