Senin, 20 Mei 2013

Di antara Rintik dan Listrik yang Padam

Kalo kamu baca label postingan kali ini, gue tau apa yang ada di pikiran kamu. Iya, gue memang terinspirasi dari Malam Minggu Miko yang dibikin sama Raditya Dika. Gue tidak menontonnya rutin setiap malam minggu di TV Kompas. Tapi, gue rutin liat di youtube setiap hari Senin. Gue kemudian download semua serinya terus gue nonton rame-rame di tempat keramat gue (sebenarnya tempat gue naro komputer gue, tempatnya semacam ruangan yang tidak pake pembatas di rumah gue)  yang gue sebut Ponyo Camp. Dua malam minggu gue lewatin dengan nonton serial ini bareng teman-teman gue.

Sekarang Malam Minggu Miko udah gak ada lagi. Dan gue pernah liat di timeline gue kalo Raditya Dika gak akan buat lagi lanjutannya. Saat baca itu, gue langsung mikir, malam minggu-malam minggu gue nanti gimana? Harus kulewati dengan apa nanti malam itu disaat gue udah gak punya seseorang lagi untuk menemani?

Gue akhirnya punya ide untuk ceritain malam minggu gue sendiri. Dan ini cerita pertama gue di cerita malam minggu gue.

Jam 5 sore. Gue coba bersihin Ponyo Camp. Baru aja dua minggu gak dibersihin, debu udah kaya salju yang menutupi atap rumah di film Home Alone. Rencananya malam ini Apo' dan Anggi mau datang. Sesuai rencana di satu minggu sebelumnya, malam ini kita bertiga mau uji coba hasil masakan kita masing-masing yang rencananya akan jadi menu di usaha kita nanti. Gue dapat bagian untuk bikin pisang goreng, Anggi bikin bakwan, dan Apo' bikin tahu isi.

Gue kelelahan. Gue coba baring-baring setelah meluncurkan satu twitt, "Matahari dikit lagi terbenam. Dan malam minggu akan segera tiba". Seiring mata gue yang perlahan terpejam, gue bisa liat kalau matahari juga perlahan mau gantian shift dengan bulan dan listrik juga ikut ambil bagian dengan tiba-tiba padam. Gue pun tertid......... Zzzzzzzz.

Gue tertidur di waktu magrib. #gakbolehditiru

Lampu di Ponyo Camp tiba-tiba menyala dan gue pun mendadak terbangun karena cahaya dari lampu itu. Ternyata sekarang juga sedang hujan rintik. Rencana terancam batal.

Gue bangun terus cuci muka, kemudian cari segelas air. Dan.......... listrik padam lagi. THANKS!!

Baru gue sadar, kalo hape gue lobet dan dari tadi belum di cas. Di suasana listrik padam, gue kemudian bikin kopi. Kopi kali ini beda, biasanya kopi gue itu kopi sachet-an. Tapi, karena dompet lagi gak tebel, akhirnya kopi gue malam ini adalah kopi dari kopi hitam bubuk.

Gak lama kemudian, Bapak gue datang bawa sebuah tas kresek. Gue harap isinya cemilan buat temani kopi gue. Iya ternyata bener. Isinya pisang goreng dua biji. Iya, dua biji dan dalam kondisi dingin. Tapi, tetap gue syukuri. Lumayanlah, kopi gue jadi gak sendirian. Pisang goreng kedinginan tadi, satunya gue makan terus satunya lagi ibu gue makan.

Mendadak rumah gue jadi terang lagi. Listrik gak lagi padam sekarang. Tapi, hujan rintiknya tetap turun dengan manisnya.

Rencana malam ini terancam batal. Apo' dan Anggi gak mungkin bisa datang. Jarak rumah mereka lumayan jauh dari rumah gue, dan sekarang sedang hujan, mana mungkin mereka bisa datang dengan motor mereka?

Eh, ternyata Anggi datang. Tapi, sayangnya dia gak bawa bakwan itu. Dia lupa!

Kita berdua kemudian main PES 2013 bareng adik gue, Andika.

Udah lewat jam 10 malam. Oke, gue resmikan rencana malam ini gagal. Apo' gak mungkin datang. Dan gue memaklumi itu karena melihat kondisi yang sedang terjadi.

Gak berapa lama, listrik padam lagi. GAK ADA THANKS!!

Anggi kemudian minjem hape gue buat mainin Fruit Ninja. Gue pun perlahan menutup mata gue untuk pindah ke dunia mimpi dan melewati malam ini.

Zzzzzz.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...