Rabu, 03 Juli 2013

Cerita Malam Minggu 29 Juni 2013 - Dari Ngedit Lagu, ke GP, Sampe ke Pelangi Berwujud Anak Ayam

Di sore sebelum tiba malam minggu, gue berencana akan ke kosan yang juga merangkap jadi studio rekaman sederhana punya temen gue, Yudis. Sekedar info aja, dia gak ngekos, tapi dialah si Bapak kosnya. Gue rencananya datang ke situ buat ngedit lagi hasil mixing lagu-lagu gue. Untunglah dia mengiyakan waktu gue sms-in dia nanya boleh enggaknya gue datang ke situ, karena kali aja dia mau keluar malam mingguan. Dia emang beneran mau keluar malam mingguan, tapi nanti sekitar jam 9 malam, jadi dia minta gue datangnya jam 7 malam.

Gue kemudian coba minjem si-2012 punya Bapak gue (gue belum bisa move on dari plat nomernya yang sekarang udah keganti). Tapi, ternyata Bapak gue juga lagi ada perlu, jadinya dia gak bisa minjemin. Gue akhirnya berpikir malam ini sepertinya akan jadi biasa saja. Gue akan menghabiskannya dengan ngetwitt-ngetwitt dan chatting-chatting gak jelas sampe waktunya udah jam 12 malam gue akan tidur.

Tapi...........


Tanpa diawali dengan sms seperti yang biasa temen gue yang satu ini lakuin, dia datang ke tempat orang ini *nunjuk diri sendiri* yang biasa saja dan berdebu sangat tebal karena udah dua bulan gak dibersihin.

Dia datang dengan senyum lebar dan badan yang agak melebar. Gue juga langsung ikut tersenyum lebar pas liat dia. Dia itu adalah Apo.
 
Gue kemudian lanjut merealisasikan rencana gue yang gue kira tadinya akan batal. Gue ajak dia ke kosan milik Yudis. Dia langsung setuju.

Waktu gue ganti baju, gue awalnya mau pake kemeja sama celana panjang. Tapi, karena gue liat Apo datangnya pake kaos sama celana pendek, ya gue pake kaos sama celana pendek juga. Gue pikir, gue kan gak mau keluar ngedate bareng dia, jadi buat apa tampil rapi? Dia cowok, gue juga cowok, terus yang gue mau datengin juga cowok, jadi ngapain juga tampil rapi? Lagipula, aneh aja, masa dia yang tinggi pake celana pendek, terus gue yang,... hmmm.... cukuplah tingginya pake celana panjang? Iya kan? Cukuplah rapi gue, gue simpan buat momen nanti kalo gue malam mingguannya dengan seorang cewek.

Kita pun langsung cabut ke tempat Yudis.

Begitu nyampe, Yudis lagi nonton GP di kamarnya. Tapi, waktu kita datang, belum kelas yang diikutin The Doctor, masih kelas 250cc. Kita pun ikutan nonton dulu dengan Yudis. Gak terjadi apa-apa ko ketika kami bertiga yang cowok semua berada dalam satu kamar, kita cuma nonton aja. Gak berapa lama, Yudis melangkahkan kakinya ke luar dari kamarnya.

Gue pun terlibat dialog dengan Apo.

Apo: "Liatin ini (nunjuk tipi pake bibir yang dimonyongin), gue jadi inget omongan kakak gue yang bilang kalo sirkuit di GP lebih bagus dan keren daripada sirkuit yang ada di Poso".
Gue: "HA?" (dengan ekspresi kaget selebaynya)
Apo: "Iya. Awalnya gue kira dia cuma becanda aja. Tapi, ternyata dia emang beneran serius ngomongnya".
Gue dan Apo: HAHAHAHA (ngakak sampe saling membanjiri muka dengan semburan ludah masing-masing, hehe gak ding, becanda gue)

Gak nyangka gue, imajinasi kakaknya Apo luar biasa banget. Sampe bisa membandingkan sirkuit tingkat kabupaten dengan tingkat dunia.

Ternyata Yudis ke luar tadi karena pengen nyalain komputer. Gue yang denger lagu gue terputar, langsung ikutan ke luar. Karena dengan terputarnya lagu gue itu, itu jadi tanda buat gue kalo proses pengeditan udah siap dimulai.

Kita pun mulai ngedit. Selama proses editing, kita ditemani sama suaranya Apo dari dalam kamar yang kedengarannya heboh banget nontonnya. Mungkin kamar Yudis bikin dia kepanasan sampe ngerasa seperti nonton langsung di sirkuit itu. Iya, mungkin.

Pas jam 9 malam, lagu-lagu gue selesai diedit dan udah dijadiin mp3. Yudis juga udah mau siap-siap keluar malam mingguan.

Setelah mengambil hasil editing lagu gue yang udah jadi mp3, gue lanjutin perjalanan malam minggu gue. Gue dan Apo menuju ke Rocket Chicken (sejenis KFC gitu). Gue nemenin dia beli ayam goreng buat adeknya Apo yang besoknya mau dijadiin bekal ngikutin ibadah padang.

Gue muslim dan Apo Kristen. Tapi, kita berdua temen baek. Jadi, yang masih berpikir di Poso itu masyarakatnya masih musuhan, itu SALAH BESAR!

Kita nyampe di RokCi (Rocket Chicken) udah hampir setengah sepuluh malam. Paket-paket yang disediain, sebagian besar udah habis. Untunglah ayam goreng yang Apo butuh masih ada. Apo kemudian mesen sayap ayam 4 potong.
Kita kemudian nunggu di salah satu tempat yang disediain. Pas liat ke tipi, eh ternyata lagi puter GP. dan sekarang sedang kelas yang diikutin The Doctor. Kita pun asik nonton itu. Lumayan heboh ternyata. Ada salah satu cewek yang datang di situ sampe teriak pas liat The Doctor nikung pembalap lain. Hmm..apa dia juga seheboh itu ya kalo ada yang nikung dia?

Karena lumayan lama, kita pun inisiatif untuk pesen makanan. Awalnya gue mau pesen burger+teh botol. Tapi, karena banyak paket yang habis, jadinya gue dan Apo cuma bisa pesen paket yang masih ada.


Paket yang masih ada

Walaupun paketnya tinggal itu aja, tapi berhasil bikin proses nunggu kita jadi gak berasa. Kita bisa asik makan sambil nonton The Doctor yang lagi beraksi di tipi dan sesekali bisa ngedenger teriakan cewek dari meja sebelah, juga om-om yang terus gerak-gerakin kedua kakinya seperti orang yang pengen kebelet pipis yang ternyata gue baru tau kalo itu (mungkin) yang punya rokci. Soalnya karyawan-karyawan di situ pada keliatan patuh gitu sama apa yang dibilang om itu.

Deket jam 10 malam, kita pun selesai makan. Aksi The Doctor juga udah selesai. Rokci juga udah tutup bagian depannya. Kita berdua kemudian pergi ke kasir buat bayar yang kita makan tadi sama sekalian ngambil sayap ayam yang dipesen. Kita kemudian pulang lewat pintu samping.

Sebenarnya rencananya abis dari naro sayap ayam yang dipesen tadi di rumah gue, kita mau lanjut nongkrong lagi di Pujasera, semacam cafe gitu. Tapi, karena keliatannya penuh, kita pun cuma acara lewat aja lalu kemudian menuju ke rumah gue lagi.

Malam ini Apo nginep di rumah gue. Dan lagi-lagi gue bilang, biarpun kita berdua sama-sama cowok yang berada dalam satu ruangan yang sama, tapi karena kita sama-sama bukan penyuka sosis berhelm yang mentah, jadi gak terjadi apa-apa di antara kita berdua semalaman.

Besoknya, di hari minggu, gue kedatangan makhluk-makhluk lucu ini.


Bapak gue bawa mereka dari Pasar Sentral Poso setelah menukarnya dengan beberapa lembar uang.

Lucu-lucu kan mereka? Kaya pelangi gitu. Warna-warni.hehe

1 komentar:

  1. Halo semuanya,
                                          Nama saya adalah Bapak Bambang Purwanto.
      Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk investasi, pinjaman untuk ekspansi bisnis, pinjaman untuk investasi baru, Pinjaman untuk melunasi utang dan tagihan, atau di mana Anda menolak oleh bank dari pinjaman, atau di mana Anda tertipu di sini di internet ?. Mencari lagi saudara-saudara saya, dalam hubungannya dengan Bambang Purwanto Firm Loan, kami menawarkan pinjaman pada tingkat bunga rendah dari 2%, non agunan. Kami juga membangun dan terkenal diseluruh dunia, kami di sini untuk menempatkan dan mengakhiri kemiskinan dan pengangguran, karena setiap orang memiliki potensi dan masalah sendiri. Hubungi kami hari ini dan Anda akan hanya lebih dari baik-baik saja dengan hidup Anda dan kehidupan keluarga Anda dan menjadi salah satu pelanggan kami yang terhormat juga. Email: Kami di (bambang.loanfirm@gmail.com) Terima kasih atas dukungan Anda

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...